Just another WordPress.com site

Lanjutan Psikologi Klinis ( Pendahuluan 1 ) …

Pada tahun 1920-an , muncul Watson yang menghendaki adanya materi psikologi berdasarkan kaidah – kaidah ilmu pengetahuan yang obyektif , dapat diukur dan diamati , ialah perilaku teramati semata – mata , yang bagi penentangnya dianggap menghilangkan ” ruh ” psikologi . Oleh karena itu , hanya sebagian psikologi klinis yang menerima syarat ilmiah ; yang tidak bergabung ini kemudian ” bergabung ” dalam gerakan “pascamodern ” . Perkembangan psikologi berikutnya menjadi lebih rumit lagi , karena sangat banyak mengikuti perkembangan filsafat dan budaya , bahkan agama , terutama tentang hakekat manusia dan metodologi ilmu yang merupakan salah satu bagian dari filsafat ilmu atau epistemologi . Jadi , Psikologi Klinis sesuai dengan perkembangan materi psikologi pada umumnya , juga menghadapi masalah yang sama , yakni keruwetan mengenai apa yang sebenarnya dibaca oleh psikologi : jiwa , ruh , mental , perilaku , pengalaman , penghayatan , dan lain – lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: